Minggu, 10 Agustus 2014

1997 - Syairku

1997

Januari, sibungsu lahir dari rahimmu,
Disepertiga malam saat orang-orang tertidur lelap,
Engkau setia menunggu lahirnya sibungsu,
Tanpa ragu dan rasa keliru.

Gelap terang kau habiskan waktumu,
Hanya untuk sibungsu yang tak cukup kuat.
Bulan demi bulan kau berikan air dahsyatmu,
Karena ingin melihat sibungsu yang sehat.

Walau ekonomi tak begitu cukup,
Saat moneter melanda negerimu,
Tapi engkau yang berusaha mencukup,
Tanpa malu hanya untuk sibungsu.
Terimakasih Ibuku..

Bandung,7 Agustus 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar