Selasa, 19 Agustus 2014

Menyambut Kemerdekaan - Syairku

Menyambut Kemerdekaan

Hari itu,
Ratap semangat menyelimuti jiwa,
rasa haru nyaris tidak ada.
Walau cemas ku berjalan,
berjuang melewati tantangan.

Ku sambut terbitnya fajar
tapi langit tetap gelap.
Namun kaki tak pernah gentar,
ku coba melangkah dan berharap.

Terus ku daki sejuta pesona,
yang kulihat hanya dinding-dinding alam.
Bersorak meminta datang.
Datanglah! datanglah!

Walau jari mengerang kesakitan,
ku paksakan untuk berjalan.
Demi kecintaan pada kemerdekaan
Panji merah putih pun ku kibarkan.
Merdeka! merdeka!

Bandung, 19 Agustus 2014

Minggu, 10 Agustus 2014

Si Bungsu - Syairku

Si Bungsu

Hari demi hari kuhabiskan waktu,
belajar, bermain mengenal ilmu.
Ilmu pendidikan dan ilmu kehidupan.

Ibu yang mengajari untuk berjuang semampuku,
tidak menjadi manja dan peminta.
Bapak yang mengajari makna kesederhanaan hidup,
bukan mengeluh dan banyak busa.

Kini sibungsu beranjak dewasa.
Berjalan dengan penuh harapan.
Diam berdo'a, sujud meminta.
Dengan cita memecah sebuah angan.

Bandung, 8 Agustus 2014

1997 - Syairku

1997

Januari, sibungsu lahir dari rahimmu,
Disepertiga malam saat orang-orang tertidur lelap,
Engkau setia menunggu lahirnya sibungsu,
Tanpa ragu dan rasa keliru.

Gelap terang kau habiskan waktumu,
Hanya untuk sibungsu yang tak cukup kuat.
Bulan demi bulan kau berikan air dahsyatmu,
Karena ingin melihat sibungsu yang sehat.

Walau ekonomi tak begitu cukup,
Saat moneter melanda negerimu,
Tapi engkau yang berusaha mencukup,
Tanpa malu hanya untuk sibungsu.
Terimakasih Ibuku..

Bandung,7 Agustus 2014