Menyambut Kemerdekaan
Hari itu,
Ratap semangat menyelimuti jiwa,
rasa haru nyaris tidak ada.
Walau cemas ku berjalan,
berjuang melewati tantangan.
Ku sambut terbitnya fajar
tapi langit tetap gelap.
Namun kaki tak pernah gentar,
ku coba melangkah dan berharap.
Terus ku daki sejuta pesona,
yang kulihat hanya dinding-dinding alam.
Bersorak meminta datang.
Datanglah! datanglah!
Walau jari mengerang kesakitan,
ku paksakan untuk berjalan.
Demi kecintaan pada kemerdekaan
Panji merah putih pun ku kibarkan.
Merdeka! merdeka!
Bandung, 19 Agustus 2014